Mulai Dari Diri Topik 2 (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK

 

Topik 2 : Mulai Dari Diri

A.  Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Pendidikan dan Pengajaran

 

Perkataan “Pendidikan”dan “pengajaran”” seringkali dipakai Bersama. Sebenarnya gabungan dari kedua perkataan itu dapat merubah makna sebenarnya dari kata tersebut. Perlu kita ketahui bahwa pengajaran adalah bagian dari Pendidikan. Maka dari itu, pengajaran adalah Pendidikan dengan cara memberi ilmu atau pengetahuan, serta juga memberikan keterampilan kecakapan kepada anak-anak yang keduanya dapat memberikan manfaat bagi anak-anak baik secara lahir maupun batin. Sedangkan Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, sebagai manusia, dan sebagai masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

 

“…. Pengajaran harus bersifat kebangsaan…. Kalau pengajaran bagi anak-anak tidak

 

berdasarkan kenasionalan, anak-anak tak mungkin mempunyai rasa cinta bangsa dan makin lama terpisah dari bangsanya,kemudian barangkali menjadi lawan kita…..

 

pengajaran Nasional itulah hak dan kewajiban kita….” Ki Hajar Dewantara, 1928

 

Pemikiran Ki Hajar Dewantara mengenai Pendidikan yakni upaya yang konkret untuk memerdekakan manusia secara utuh dan penuh. Menurut beliau, Pendidikan merupakan salah satu cara memerdekakan manusia. Baik secara lahiriah maupun batiniah, baik sebagai makhluk individual maupun sebagai anggota masyarakat dan warga dunia. Manusia yang terdidik mampu menyikapi tuntutan -tuntutan dan tantangan kehidupan dengan sikap yang bijakasana, dan bersahaja. Sehingga manusia tersebut tidak terperangkap lagi dalam kepentingan-kepentngan diri dan golongan yang temporal dan duniawi sifatnya. Manusia yang merdeka batiniyahnya adalah manusia yang bukan hanya pintar secara akal maupun kognitif tetapi juga benar dalam tindakannya. Maju penalaran akalnya dan sekaligus maju moralnya. Sehingga tindakan yangdilakukan berdasarkan beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa (dihayati dan sebagai prioritas dalam tuntunan hidupnya) serta hormat kepada martabat.


B.     Relevansi pemikiran Ki Hadjar Dewantara dengan konteks pendidikan Indonesia saat ini dan konteks pendidikan saat Anda bersekolah

 

Pendidikan pada dasarnya adalah untuk memerdekakan manusia. Menurut Ki hajar Dewantara Pendidikan merupakan salah satu cara memerdekakan manusia. Baik secara lahiriah maupun batiniah, baik sebagai makhluk individual maupun sebagai anggota masyarakat dan warga dunia. Konsep ini sebenarnya relevan dengan elemen P5 yang tertuang didalam kurikulum merdeka. Keenam elemen itu adalah Keimanan, kebhinekaan global, mandiri,gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Enam elemen inilah yang saat ingin dicapai oleh kurikulum merdeka. Ketika Saya sekolah, kurikulum yang dipakai adalah Kurikulum 2013 yang konteks pendidikan pada saat itu lebih mementingkan kepada hasil akhir pembelajaran, bukan proses yang dilakukan selama pembelajaran. Nyatanya kurikulum 2013 memberikan patokan nilai untuk masing-masing mata pelajaran atau yang biasa kita kenal dengan istilah KKM. Dengan adanya KKM, peserta didik dituntut untuk mencapai nilaitertentu tanpa memperhatikan peserta didik itu sendiri. Inilah menurut Saya mengapa kurikulum 2013 belum bisa memerdekakan peserta didik

 

C.     Kemerdekaan Ketika Saya Bersekolah dan Kemerdekaan Ketika Saya Berprofesi Sebagai Guru

 

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, kurikulum 2013 yang dipakai ketika Saya bersekolah mem buat peserta didik merasa terbelenggu. Mereka harus mampu mencapai nilai tertentu jika ingin meyelesaikan pembelajaran. Masalahnya tidak semua siswa memiliki kemampuan kognitif dan psikomotor sama. Terkadang ada peserta didik yang bagus dalam hal kognitif namun lemah dalam hal psikomotor atau sebaliknya. Mereka yang notabenenya berprestasi tentu tidak terlalu masalah dengan hal itu. Namun untuk siswa yang bisa dikategorikan memiliki kemampuan kognitif/psikomotor rendah, hal ini adalah sebuah belenggu yang akan membuat mereka tertekan.

 

Berbeda halnya dengan saat ini ketika saya belajar dalam berprofesi sebagai guru. Dengan adanya kurikulum merdeka saat ini sebenarnya sudah bisa membuat guru ataupun peserta didik tidak lagi terbelenggu. Karena untuk kurikulum merdeka, guru bebas memilih metode/model pembelajaran yang ingin mereka pakai. Guru juga bebas menetukan asessmen yang akan diberikan kepada peseta didik. Dari segi peserta didik, meraka juga akan merdeka karena mereka bisa belajar berdasarkan gaya belajar mereka masing-masing.


HARAPAN DAN

EKSPEKTASI

 

Apa saja harapan yang ingin Anda lihat pada

Apa saja kegiatan, materi, manfaat yang

diri Anda sebagai seorang pendidik dan pada

Anda harapkan ada dalam topik ini?

peserta didik Anda setelah mempelajari topik

 

ini

 

Untuk diri sendiri:

Untuk diri sendiri:

Saya berharap bisa membuat pembelajaran

Berusaha memahami peserta didik dengan

yang memerdekakan peserta didik dengan cara

bakat dan minat masing-masing untuk bisa

membuat meraka belajar dengan gaya

menerapkan Kurikulum Merdeka secara utuh

belajarnya sendiri dan menerapkan alur

 

MERDEKA ketika saya mengajar

 

 

 

Untuk peserta didik:

Untuk peserta didik:

Saya berharap peserta didik yang akan saya

Saya   berharap   peserta   didik   dapat

didik dapat mengembangkan dan

memiliki  karakter  yang  selaras  dengan

meningkatkan potensi mereka secara maksimal

Profil   Pelajar   Pancasila   dan   dapat

dan memiliki kemerdekaan dalam belajar

memiliki  semangat  yang  tinggi  untuk

sehingga mereka tidak lagi merasa terbelenggu

mengikuti pembelajaran dikelas.

dalam pendidikan terdahulu.

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

T.2-3 Eksplorasi Konsep (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK

T.4-8 Aksi Nyata (PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA) PJOK

T.1-3 Eksplorasi Konsep (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK