T.4-8 Aksi Nyata (PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA) PJOK
I.
PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA TOPIK 4 “Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman bagi Peserta Didik”
Aksi Nyata
Anda diminta untuk menuliskan refleksi berdasarkan pertanyaan berikut ini.
1.
Pemahaman baru apa yang Anda
dapatkan dari topik ini? Jawab :
Dalam kehidupan terdapat tiga
lingkungan yang berkaitan dengan keberhasilan pendidikan, yaitu sekolah,
keluarga, dan masyarakat. Lingkungan belajar di sekolah harus dipersiapkan
sedemikian rupa sehingga terasa aman, nyaman dan bermanfaat bagi peserta didik
dan terpacu, misalnya ruang kelas baik, bersih, teratur, dengan sirkulasi udara
dan penerangan yang memadai. Tidak hanya itu, guru juga mempunyai peran dalam
menciptakan suasana kelas yang aman, nyaman, dan mendukung. Selain itu, budaya
sekolah juga mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aman, nyaman dan
mendukung bagi siswa, seperti belajar dalam suasana nyaman, berdoa bersama, dan
membersihkan kelas. Lingkungan belajar menjadikan sekolah sebagai kegiatan yang
menyenangkan sehingga membuat siswa senang dan bersemangat dalam belajar.
Keluarga merupakan sebagai
Pendidikan informal yang berperan penting dalam hal membentuk keyakinan anak
terhadap suatu agama, nilai-nilai norma, serta budaya dan keterampilan baru.
Maka keluarga memegang peranan penting terhadap pendidikan anak. Keluarga
menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anak karena memang merekalah yang
mula-mula dikenal oleh anak sejak lahir dimana mereka akan belajar banyak hal
melalui pengalaman sehari-hari.
Masyarakat merupakan salah satu
bagian terpenting dalam kesuksesan Pendidikan. Pendidikan masyarakat terjadi
secara tidak langsung, dalam arti peserta didik mencari pengetahuan dan
pengalaman sendiri ketika mereka berada di tengah masyarakat dengan beragam
latar belakang, budaya, pendidikan, karakter, dan hal lainnya. Ketika mereka
berada dalam lingkungan masyarakat yang majemuk, karakter yang telah dibentuk
oleh keluarga menjadi sangat penting sebagai pondasi dan batasan mereka menerima
hal baru dari masyarakat. Konsep Tri Pusat Pendidikan berarti ketiga lingkungan
tersebut harus saling bersinergi atau selaras untuk menciptakan lingkungan
belajar yang aman, nyaman, dan berpihak pada peserta didik. Selain ketiga aspek
bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi
peserta didik, perlu adanya pembentukan karakter yang positif bagi peserta
didik, salah satunya adalah disiplin.
Pada
hakikatnya disiplin dan hukuman memiliki arti yang sangat berbeda meskipun kerap
kali disiplin diterapkan lewat pemberian hukuman. Disiplin mengajarkan anak
bagaimana harus bertindak dan harus masuk akal bagi seorang anak. Sedangkan
hukuman hanya memberitahu anak bahwa dia melakukan hal yang buruk. Hukuman
tidak memberitahu anak apa yang harus dia lakukan sebagai alternatif. Jadi
hukuman sangat mungkin tidak masuk akal bagi anak. Ketika disiplin anak tumbuh
karena motivasi dari dalam dirinya, ini disebut dengan disiplin positif.
2.
Kendala apa yang kemungkinan
muncul ketika kita melibatkan sekolah, keluarga, dan masyarakat dalam
menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik?
Jawab :
1)
Perilaku tidak akan menjadi
kebiasaan dalam jangka panjang dan hanya akan dilakukan jika ada paksaan dari
luar
2)
Akan hilang ketertarikan atau
bahkan muncul antipati terhadap kegiatan yang dipaksakan
3) Kemerdekaan
berekspresi dan potensi anak menjadi terbatas.
3.
Hal lain apakah yang ingin Anda
pelajari terkait dengan lingkungan belajar peserta didik? Jawab :
Saya ingin mendalami aspek dari
lingkungan belajar yang nyaman dan aman, yang dimana saya harus belajar membuat
suasana ruangan yang berbeda, lebih banyak berinteraksi dengan peserta didik
dari semua kalangan, memberikan perhatian yang sama rata kesemua peserta didik
tanpa pilih kasih, ingin memahami dan mengetahui dari latarbelakang peserta
didik jadi kita tahu masalah dia seperti apa kenapa dia jarang datang atau
malas belajar disekolah pasti ada beberapa faktornya, dan ingin memberikan
support penuh kepada peserta didik. Karena dari konsep lingkungan belajar juga
bukan berupa dari sekolahsaja tetapi ada dari lingkungan keluarga dan
masyarakat.
II.
T4-8 Aksi Nyata
Mahasiswa
yang berbahagia, pada tahap akhir ini setelah Anda mempelajari semua
serangkaian
materi “Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman bagi Peserta
Didik”, lakukanlah
refleksi pengalaman belajar Anda
dalam bentuk tulisan resume dan dikirimkan pada link yang telah
disediakan.
Anda diminta untuk menuliskan
refleksi berdasarkan pertanyaan berikut ini.
1.
Pemahaman baru apa yang Anda dapatkan dari topik ini? Jawaban:
Pemahaman baru yang saya dapatkan
dari topik 4 ini yaitu tentang bagaimana cara mengidentifikasi unsur-unsur
lingkungan belajar yang berpihak pada peserta didik, apa saja kebutuhan perkembangan
dan kebutuhan belajar peserta didik sebagai landasan menciptakan ruang kelas
yang aman dan nyaman untuk belajar, dapat memprediksi permasalahan lingkungan
belajar yang mungkin berdasarkan keragaman latar belakang, kebutuhan dan
kesiapan belajar, serta pengalaman peserta didik, menunjukan kepekaan terhadap
permasalahan lingkungan belajar dan tanggap memberikan solusi yang sesuai
kebutuhan peserta didik serta melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses
pembelajaran untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi
peserta didik.
2.
Kendala apa yang kemungkinan muncul ketika kita melibatkan sekolah,
keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan
nyaman bagi peserta didik?
Jawab:
Ketika melibatkan sekolah,
keluarga, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan
nyaman bagi peserta didik, beberapa kendala yang mungkin muncul antara lain:
-
Sekolah, keluarga, dan masyarakat
sering memiliki perbedaan nilai, keyakinan, dan budaya yang berbeda. Ini dapat
mengarah pada perbedaan pendapat tentang apa yang dianggap sebagai lingkungan
belajar yang "aman" dan "nyaman." Koordinasi untuk mencapai
kesepakatan mungkin sulit.
-
Tidak semua sekolah, keluarga,
atau komunitas memiliki sumber daya yang setara. Sekolah di daerah yang kurang
berkembang mungkin menghadapi tantangan sumber daya untuk menciptakan
lingkungan yang sama dengan sekolah di daerah yang lebih makmur.
-
Ketidaksepahaman dan kurangnya
komunikasi yang efektif antara pihak-pihak yang terlibat dapat menjadi kendala.
Misalnya, guru dan orang tua mungkin memiliki harapan yang berbeda terhadap
peserta didik, dan jika ini tidak dibahas dengan baik, bisa menyebabkan
ketegangan.
-
Tidak semua orang tua dapat atau
mau terlibat secara aktif dalam pendidikan anak-anak mereka. Ini bisa menjadi
kendala dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman jika
keterlibatan orang tua sangat penting.
-
Guru dan orang tua mungkin
memiliki pandangan yang berbeda tentang cara terbaik untuk mendidik anak-anak.
Ini bisa menciptakan konflik jika tidak ada kesepakatan atau pemahaman bersama.
-
Beberapa lingkungan mungkin
terkait dengan masalah sosial dan ekonomi yang kompleks, seperti kemiskinan,
kejahatan, atau ketidaksetaraan. Ini dapat mempengaruhi kemampuan sekolah,
keluarga, dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan
nyaman.
-
Sekolah yang melayani populasi
yang beragam secara kultural dan berbahasa mungkin menghadapi tantangan dalam
mengakomodasi perbedaan budaya dan bahasa untuk menciptakan lingkungan yang
inklusif.
-
Baik di tingkat sekolah maupun
masyarakat, ada kemungkinan resistensi terhadap perubahan dalam praktik
pendidikan atau lingkungan belajar. Perubahan sering kali sulit diterima,
terutama jika tradisi atau norma sudah lama berlaku.
-
Terkadang, sekolah, keluarga,
atau komunitas mungkin tidak memiliki cukup sumber daya atau dukungan untuk
mengimplementasikan perubahan yang dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan
belajar yang aman dan nyaman.
-
Birokrasi dalam sistem pendidikan
dan politik dapat menghambat usaha kolaboratif antara sekolah, keluarga, dan
masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Meskipun ada kendala-kendala ini,
upaya bersama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat tetap penting untuk
menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi peserta didik. Dengan
komunikasi yang baik, kerja sama, dan kesadaran terhadap kendala-kendala yang
mungkin muncul, banyak tantangan dapat diatasi untuk mencapai tujuan bersama
dalam mendukung pendidikan yang lebih baik.
3.
Hal lain apakah yang ingin Anda pelajari terkait dengan lingkungan
belajar peserta didik?
Jawaban:
-
Bagaimana cara memahami setiap
peserta didik. Bagi saya hal ini penting untuk dipelajari karena dengan
memahami karakteristik individu dari setiap peserta didik, termasuk kebutuhan,
minat, bakat, dan tingkat perkembangan mereka. Ini akan membantu dalam
merancang lingkungan yang sesuai dan relevan.
-
Belajar tentang tahapan
perkembangan anak dan remaja, termasuk perkembangan fisik, kognitif, sosial,
dan emosional, dapat membantu guru dan pendidik lainnya merancang lingkungan
yang mendukung perkembangan peserta didik.
-
Memahami kebutuhan khusus peserta
didik, seperti peserta didik dengan disabilitas atau kebutuhan pendidikan
khusus lainnya, sangat penting. Hal ini akan memungkinkan penyesuaian dan
dukungan yang diperlukan dalam lingkungan belajar.
-
Studi psikologi pendidikan dapat
membantu dalam memahami bagaimana peserta didik belajar, berpikir, dan
mengatasi tantangan pembelajaran. Ini memungkinkan pendidik untuk merancang
pengalaman belajar yang efektif.
-
Memahami kurikulum dan materi
pelajaran yang diajarkan adalah penting agar guru dapat mengintegrasikan konten
yang relevan ke dalam lingkungan belajar.
-
Keterampilan manajemen kelas
adalah kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang efisien dan efektif. Ini
mencakup pemahaman tentang bagaimana mengelola perilaku peserta didik,
menetapkan aturan dan ekspektasi, dan menciptakan disiplin positif.
-
Dalam era digital, penting untuk
memahami peran teknologi dan media dalam lingkungan belajar. Guru perlu tahu
bagaimana mengintegrasikan teknologi dengan baik dalam pembelajaran.
-
Dalam masyarakat yang semakin
majemuk, memahami multikulturalisme dan kebutuhan untuk menciptakan lingkungan
inklusif yang menghormati keberagaman budaya sangat penting.
-
Memahami konsep dan praktik
pendidikan inklusif adalah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang
menerima semua peserta didik, termasuk yang memiliki kebutuhan khusus.
-
Keterampilan komunikasi yang baik
adalah penting untuk berinteraksi dengan peserta didik, orang tua, dan rekan
sejawat. Hubungan interpersonal yang positif adalah kunci dalam menciptakan
lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
-
Memahami bagaimana melakukan
evaluasi dan memberikan umpan balik yang konstruktif kepada peserta didik
adalah penting untuk membantu mereka berkembang.
- Guru perlu memahami aspek hukum dan etika dalam pendidikan, termasuk hak-hak dan tanggung jawab mereka serta hak-hak peserta didik.
Dengan mempelajari pengetahui ini
akan membantu pendidik merancang lingkungan belajar yang efektif, mendukung
perkembangan peserta didik, dan menciptakan pengalaman pendidikan yang
bermakna.
Komentar
Posting Komentar