T.1-3 Eksplorasi Konsep (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK

 

Argumentasi kritis tentang gerakan transformasi Ki Hadjar Dewantara dalam perkembangan pendidikan sebelum dan sesudah kemerdekaan.

 

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadia,kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. (UURI No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional).

 

Dalam pidatonya Ki Hadjar Dewantara (KHD) mengemukakan hasil buah fikirnya berupa filosofi pendidikan bangsa dengan beberapa poin penting yang salah satu diantaranya adalah bahwa pendidikan itu semestinya tanpa paksaan dan sesuai dengan kodrat keadaan siswa. Pendidikan tidak memaksa murid untuk menjadi seperti apayang diinginkan oleh pendidiknya, selain itu pendidikan mesti mempertimbangkan keadaan dimana dan pada zaman apa sang murid itu hidup yang disebut dengankodrat keadaan.

 

Ki Hadjar Dewantara (KHD sangat memberikan pengaruh besar dalam dunia pendidikan banyak gerakan gerakan yang dilakukan. Upaya-upaya yang dilakukan KiHadjar Dewantara untuk memajukan pendidikan pribumi tahun 1922-1930 yaitu dengan mendirikan Perguruan Taman Siswa. Sekolah-sekolah Taman Siswa tersebar diberbagai daerah di pulau Jawa bahkan sampai ke luar pulau Jawa.

 

Selain mengembangkan Taman Siswa, Ki Hajar tetap menulis. Tema tulisannya kini tidak lagi politik, melainkan bernuansa pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. Tulisan-tulisan itu menjadi media Ki Hajar dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia.

 

Pengajaran, menurut Ki Hadjar Dewantara harus ditujukan ke arah kecerdikan murid,selalu bertambahnya ilmu yang berfaedah, membiasakannya mencari pengetahuan sendiri, mempergunakan pengetahuannya untuk keperluan umum. Apa yang disampaikannya puluhan tahun tersebut relevan dengan kondisi kekinian di manaanak-anak diharapkan lebih mandiri dalam mencari beragam keilmuan melalui pembelajaran active learning. Bahwa pengetahuannya harus bermanfaat bagi kemasalahan sesamanya.

 

Hal teramat penting dari pemikiran Ki Hadjar Dewantara adalah pada pengejawantahan pendidikan yang begitu humanis. Pendidikan harus memerdekakan,ujarnya. Maka pendidikan harus mengedepankan proses yang berupaya untuk mengkreasi anak-anak yang mampu berdiri sendiri, tidak bergantung pada orang lain,dan dapat mengatur dirinya sendiri. Selain itu pengajaran yang selaras dengan penghidupan dan kehidupan bangsa (Majelis Luhur Pesatuan Tamansiswa, 2013).


 

Gagasan dan pemikiran tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara tetap relevan dan menjadi acuan bagi pembangunan pendidikan nasional Indonesia saat ini. Hal itu dikatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam pidato HariPendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei 2017.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

T.2-3 Eksplorasi Konsep (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK

T.4-8 Aksi Nyata (PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA) PJOK