T.1-4 Ruang Kolaborasi (PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA) PJOK


 

Tugas 1.1 Memberikan Tanggapan terhadap Kasus di Ruang Kelas 

     Kasus I

Bayangkan jika Anda adalah seorang guru matematika di kelas VII. Saat ini Anda hendak menyampaikan materi mengenai matematika sosial yakni mencari nilai rata-rata (mean). Untuk memudahkan peserta didik dalam memahami pembelajaran, Anda mencoba untuk membuat urutan atau langkah-langkah yang perlu diikuti oleh peserta didik agar dapat mencari nilai rata-rata pada sebuah soal. Anda meminta kepada peserta didik untuk mengerjakan soal yang Anda berikan. Hasilnya, peserta didik mampu mengerjakan dengan benar, sesuai dengan langkah yang telah Anda siapkan. Beberapa saat kemudian, Anda meminta kepada peserta didik untuk mengulangi soal yang sama tanpa melihat urutan pengerjaan soal, dan peserta didik mampu mengerjakannya dengan benar.
Pertanyaan :

1. Menurut Anda, apa yang membuat peserta didik mampu mengerjakan soal dengan baik pada percobaan kedua (tanpa melihat urutan/langkah pengerjaan soal)?
   Jawaban: Dari analisis kelompok kami, dalam kasus belajar ini, faktor yang menyebabkan peserta didik mampu mengerjakan soal pada percobaan kedua tanpa melihat urutan atau langkah pengerjaan soal yaitu terjadinya proses penerimaan informasi dari proses belajar dimana sebagai guru telah memberikan instruksi atau langkah-langkah yang jelas dan sederhana sehingga memberikan stimulus respon yang baik kepada peserta didik. Maka ketika proses belajar peserta didik mampu mengerjakan soal yang telah diberikan. Sejalan dengan itu, hal ini dapat terjadi karena sebagai guru telah mempesiapkan bahan materi pelajaran dengan baik sesuai dengan kompetensi atauketerampilan yang dimiliki peserta didiknya.

2. Sebagai seorang calon guru, dalam kegiatan belajar yang seperti apa metode di atas dapat diterapkan? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan.
Jawaban: Menurut analisis kelompok kami, proses kegiatan belajar ini menggunakan teori Behavioristik dengan mengguakan metode latihan dan penugasan. Hal ini kami yakini dikarenakan di dalam teori behavioristik berfungsi sebagai dasar dalam proses belajar penguatan pada implementasi dengan metode belajar diatas. Teori belajar behavioristik adalah teori belajar yang berfokus pada perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil dari proses pembelajaran. Menurut teori ini, perubahan perilaku peserta didik disebabkan oleh adanya interaksi antara stimulus dan respon. Pemilihan teori ini berkaca pada kelebihan antara lain:
a. Teori behavioristik mampu menghasilkan suatu perilaku yang bersifat konsisten terhadap bidang tertentu. Hal ini dapat dicapai dengan menyusun materi ajar secara hirarkis dalam bentuk bagian-bagian kecil, dari yang sederhana sampai pada yang kompleks.
b. Teori behavioristik mampu mengoptimalkan bakat dan kecerdasan peserta didik yang sudah terbentuk sebelumnya melalui kegiatan pengulangan dan pelatihan yang berkesinambungan. Menurut teori belajar behavioristik, kegiatan pengulangan dan pelatihan tersebut berfungsi sebagai proses penguatan untuk mengoptimalkan kemampuan peserta didik agar semakin terampil.   

    Kasus II

Rina adalah seorang guru di kelas 1 SD. Sebagian besar peserta didiknya belum bisa berhitung dengan lancar. Rina sedang memikirkan cara yang sesuai untuk membantu setiap peserta didik menyelesaikan tantang belajarnya.
Pertanyaan:

1. Menurut Anda, apa yang dapat Rina lakukan untuk membantu peserta didiknya sesuai dengan tahapan perkembangan usia? Jawaban: Dari analisis kelompok kami pada kasus ini, tindakan atau langkah yang dapat dilakukan Rina sebagai guru di SD yaitu dengan mengelompokkan peserta didik yang memiliki tingkatan atau keterampilan yang berbeda-beda dari setiap individunya. Rina dapat melakukan sebuah tes ataupun latihan dalam bentuk soal berhitung yang lebih sederhana dan dapat juga Rina sebagai guru membuat sebuah permainan dalam bentuk hitungan sehingga proses belajar peserta didik lebih mengasyikan dan peserta didik tidak merasa takut ataupun tengang dalam proses belajar ini. Sejalan dengan proses ini, dengan adanya tindakan ini maka Rina dapat mengetahui keterampilan dari setiap peserta didik sehingga Rina dapat mengelompokkan peseta didik sesuai dengan keterampilan berhitungnya. Dampak yang Rina peroleh dari tindakan ini, Rina dapat membuat atau Menyusun materi maupun media berhitung dalam pembelajaran sesuai kelompok ataupun keterampilan anak.
2. Mengapa Anda menyarankan hal tersebut? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan. Jawaban: Kami menyarankan hal ini, dikarenakan kami yakin sebagai seorang guru harus memahami karakteristik maupun keterampilan dari peserta didiknya sehingga dapat membantu guru untuk mempersiapkan diri maupun media ajar dan metode pembelajaran yang akan diterapkan. Karena dalam tahapan ini, dimana sasaran utamanya adalah peserta didik sekolah dasar kelas 1. Pada tahap ini perkembangan ini anak didik mulai berhitung dengan cara sederhana. Sebagai guru, rina dapat membuat simbolik angka diganti dengan bentuk konkrit, seperti: permen, buah, dan lainnya.

    Kasus III
Made adalah seorang guru yang mengajar di salah satu sekolah negeri wilayah Bali. Ia mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia. Ia hendak mengajarkan materi teks deskripsi pada peserta didiknya. Pada buku cetak yang menjadi panduannya saat mengajar, terdapat beberapa contoh teks deskripsi menceritakan tentang bangunan-bangunan pencakar langit yang ada di Ibu Kota. Dengan memperhatikan latar belakang setiap peserta didiknya, Made pun mencoba untuk memberikan contoh berbeda. Ia memberikan contoh teks deskripsi tentang pantai dan makanan khas di Bali.
Pertanyaan:

1.       Menurut Anda, apakah pertimbangan dan keputusan Made sudah sesuai? Mengapa demikian? Jawaban: Berdasarkan diskusi kelompok kami, maka kami tarik kesimpulan dari kejadian ini, bahwa dari tindakan yang diambil oleh Made menurut kelompok kami merupakan pertimbangan dan keputusan yang sesuai, hal ini kami sadari bahwa di dalam belajar terdapat banyak media, metode yang dapat diajarkan kepada peserta didik dan materi yang diberikan. Dari tindakan ini, dapat kami tarik masalah bahwa materi ini yang diberikan yaitu tentang materi teks deskripsi. Sejalan dengan itu, dari materi ini dengan memperhatikan latar belakang peserta didik, Made memberikan materi baru dapat membantu peserta didik memami berbagai macam hal yang ada di Bali tidak hanya berpatok pada informasi yang telah disediakan dibuku. Dari tindakan ini, kami memahami bahwa Bali merupakan kota wisata yang kaya akan destinasi tempat wisata dan juga kulinernya, sebagai daerah yang sering dikunjungi wisatawan. Dengan mengganti contoh materi dapat memudahkan peserta didik lebih memahami materi yang diajarkan Made. Berbeda halnya apabila Made tidak memberikan contoh yang berbeda kepada peserta didiknya, mereka akan kesulitan memahami materi teks deskripsi karena contoh yang disajikan tentang bangunan-bangunan pencakar langit yang ada di Ibu Kota. Hal tersebut dikarenakan peserta didik tidak terbiasa atau jarang mengamati contoh yang disajikan.

2.  Prinsip apa yang Made gunakan dalam kasus tersebut? Elaborasi jawaban Anda dengan menyertakan teori yang berkaitan. Jawaban: Dari keterangan pada soal di atas, kami mengambil kesimpulan bahwa teori yang digunakan dalam prinsif yang digunakan yaitu teori belajar sosial kognitif. Teori ini kami ambil dilihat dari Tindakan Made yang menjadikan lingkungan peserta didik sebagai materi yang diberikan. Dengan tindakan ini, Made lebih memudahkan peserta didik dalam memahami materi yang diajarkan hal ini dapat diyakini karena Made mengambil contoh teks deskripsi dari latar belakang peserta didiknya. Sehingga peserta didik dapat memahami dengan mudah materi yang diajarkan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

T.2-3 Eksplorasi Konsep (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK

T.4-8 Aksi Nyata (PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA) PJOK

T.1-3 Eksplorasi Konsep (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK