T.3-4 Ruang Kolaborasi (PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA) PJOK
Kasus
Saat ini adalah permulaan tahun
ajaran baru. Anda adalah seorang wali kelas IV SD yang memiliki peserta didik
usia 10 tahun bernama Rika. Wali kelas Rika ketika kelas III mengeluhkan
dinamika bersekolah Rika kepada Anda. Wali kelas tersebut mengatakan nilainya
jauh tertinggal dari teman-teman lainnya di kelas. Rika juga kurang baik dalam
mengerjakan pekerjaan rumahnya selama masa PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh)
kemarin. Bahkan pihak wali kelas mengatakan bahwa ia khawatir dengan tuntutan
yang semakin tinggi di kelas IV di pelajaran IPA, Bahasa, dan IPS yang
membutuhkan banyak bacaaan. Rika seringkali tidak menyelesaikan tugas-tugas
yang diberikan dan ulangannya menunjukkan nilai yang kurang. Namun demikian,
ketika materi tugas dan ulangan tersebut diulangi secara lisan dan individual,
Rika dapat menjawabnya.
Berdasarkan
studi kasus di atas, jawablah pertanyaan di bawah ini, kaitkan dengan konsep,
prinsip, dan jenis-jenis asesmen yang telah dipaparkan.
1. Kira-kira bagaimanakah cara melakukan asesmen terhadap keadaan Rika?
Jawaban
Dalam kasus yang dialami Rika dimana Rika mengalami ketertinggalan dari teman-temannya dalam hal nilai akademiknya. Dari kasus yang terlihat bahwa Rika sering tidak dapat menyelensaikan tugas-tugas yang diberikan oleh guru dan pada saat ulangan Rika mendapatkan nilai yang kurang, tetapi dari kasus tersebut terlihat ulangan yang diberikan dengan lisan Rika mampu menjawabnya, hal tersebut bisa dari factor yang beragam, seperti factor latar belakang dan juga factor lingkungannya. Sehingga dengan hal ini guru harus melakukan asesmen terhadap Rika untuk melihat masalah yang terjadi kepada Rika, asesmen dapat menjadi sumber informasi untuk keadaan yang ada pada Rika tersebut.
Adapun cara melakukan asesmen kepada Rika yang dapat dilakukan oleh wali kelas yaitu pertama guru harus melakukan observasi terlenih dahulu, observasi tersebut bertujuan untuk melihat proses pembelajaran Rika dalam proses PJJ yang dilakukan dan juga dapat melihat perilaku Rika di luar jam pelajaran. Selanjutnya setelah dilakukannya observasi wali kelas juga dapat melakukan wawancara terhadap keadaan Rika tersebut, wawancara tersebut dapat dilakukan secra langsung dengan Rika mengingat Rik bisa lancar menjawab secara lisan, hal tersebut bertujuan untuk mengetahui keadaan yang sedang dialami oleh Rika.
Selain melakukan observasi dan
wawancara, wali kelas dan guru BK juga bisa melakukan survei dengan angket
tentang kejenuhan belajar yang terjadi kepada Rika, dan bukan Cuma angket
kejenuhan belajar, wali kelas dan guru BK juga bisa memberikan suvei berupa angket
motivasi belajar, hal ini bertujuan melihat sejauh aman minat dan motivasi
belajar Rika dan tantangan apa yang menjadi penghambat Rika untuk motivasi
belajar yang tinggi.
2. Jenis asesmen apakah yang akan Anda berikan kepada peserta didik tersebut? Jelaskan pertimbangan Anda.
Jawaba
Dalam kasus Rika diatas jenis asesmen yang akan diberikan kepada Rika yaitu gabungan antara asesmen formatif dan sumatif. Asesmen formatif bertujuan untuk melihat bagaimana Rika diawal pembelajaran dan selama pembelajaran, sehingga asesmen formatif dapat digunakan dalam kasus Rika tersebut. Asesmen sumatif ini akan dapat mengetahui terhadap perkembangan belajar Rika, akan dapat mengetahui kebutuhan Rika dalam pembelajaran bahkan kendala yang terjadi terhadap Rika. Selanjutnya dalam kasus Rika ini juga bisa dipakai asesmen sumatif, asesmen sumatif bertujuan untuk melihat ketercapaian pembelajaran atau ketercapaian materi oleh peserta didik yaitu Rika. Asesmen formatif yang dilakukan tersebut pihak sekolah dapat melihat dari pembelajaran sehari-hari, bagaimana perubahan pembelajaran yang terjadi pada Rika, hal tersebut dapat dilihat dari observasi, wawancara dan juga dari survei angket yang dilakukan oleh wali kelas dan guru Bk tersebut. Asesmen formatif ini ada yang namanya asesmen diagnostik atau biasa disebut asesmen awal, asesmen diagnostik ini dapat dilakukan untuk melihat kemampuan awal, karakteristik awal dari Rika tersebut, bukan Cuma itu dalam asesmen diagnostik ini akan dilihat bagaimana kesiapan dari Rika untuk menerima pembelajaran tersebut. Dalam asesmen diagnostik ini guru dapat melakukan dengan mewawancara Rika secara langsung untuk menanyakan bagaimana gaya belajar yang ada pada peserta didik tersebut, sehingga guru dapat melihat kendala terhadap Rika dan tantangan yang terjadi pada Rika.
3. Kesimpulan apa yang Anda dapat tarik dari asesmen yang Anda rancang dan lakukan tersebut?
Jawaban
Kesimpulan yang dapat diambil dari asesmen yang
dirancang dan lakukan tersebut dapat terlihat dari kasus Rika tersebut yaitu dapat
menggunakan asesmen formatif yang mana dapat melihat kemampuan awal peserta
didik, dapat melihat gaya belajar yang akan dilakukan untuk peserta didik dan
dapat melihat bagaimana karakteristik peserta didik, sehingga kendala dan
tantangan dalam proses pembelajaran nantinya dapat terselesaikan. Dalam asesmen
formatif juga adanya asesmen diagnostik yang sangat berpengaruh dalam melihat
gaya belajar peserta didik untuk melihat kemampuan awal peserta didik
tersebut.Asesmen formatif tersebut akan dapat melihat kesiapan peserta didik
dalam proses pembelajaran tersebut. Dalam asesmen formatif tersebut juga dapat
melihat proses selama pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik tersebut,
seperti kasus Rika, guru dapat melihat bagaimana proses pembelajaran dari awal
sampai pada proses pembelajaran yang dialami oleh Rika. Dan selain asesmen
formatif juga dilakukan asesmen sumatif dimana guru dapat melakukan penilaian
di akhir pembelajaran, guru dapat melakukan dengan tes tertulis atu tes lisan,
seperti pada kasus Rika tersebut guru dapat melakukan dengan tes lisan karena
Rika dapat dengan baik menjawab tes atau ulangan secara lisan.
Komentar
Posting Komentar