T.4-7 Koneksi Antar Materi (PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA) PJOK

      Untuk membentuk disiplin positif di kelas sangat dapat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Lingkungan yang mendukung disiplin positif akan membantu menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk pembelajaran dan perkembangan siswa. Beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengaitkan kondisi lingkungan dengan pembentukan disiplin positif di kelas antara lain: menciptakan aturan dan norma, menerapkan konsekuensi dan konsisten. Dengan menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung disiplin positif, guru dapat membantu membentuk tingkah laku individu yang baik di kelas. Lingkungan yang positif dan mendukung akan menciptakan suasana kelas yang kondusif untuk pembelajaran dan perkembangan siswa.

 

      Berpengaruhnya Lingkungan sosial yang lebih banyak mempengaruhi kepribadian remaja adalah orang tua dan keluarga remaja itu sendiri. Keluarga dikenal sebagai lingkungan pembentuk kepribadian yang pertama. Pandangan yang sangat menghargai posisi dan peran keluarga sebenarnya bukan merupakan sesuatu yang istimewa. Pandangan seperti itu sangat logis dan mudah dipahami karena beberapa alasa berikut:

 

1.  keluarga lazimnya merupakan pihak yang paling awal memberikan banyak perlakuan kepada anak. Begitu anak lahir, keluargalah yang langsung menyambut dan memberikan layanan interaktif kepada anak.

 

2.  sebagian besar waktu anak dihabiskan di lingkungan keluarga.

 

3.  karakteristik hubungan orang tua dan anak berbeda dari hubungan anak dengan

guru maupun teman bermain.

 

4.  interaksi kehidupan orang tua dan anak di rumah bersifat “asli”, seadanya dan tidak dibuat-buat.

 

      Dampak penerapan disiplin positif memiliki dampak yang signifikan pada pembentukan tingkah laku peserta didik. contohnya yaitu dapat meningkatkan kemandirian dan lebih bertanggung jawab. Disiplin positif membantu peserta didik untuk mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab dalam mengatur diri sendiri. Mereka belajar untuk mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab atas tindakan yang mereka ambil.

 

Penerapan disiplin positif membutuhkan konsistensi dan komunikasi yang baik antara guru, peserta didik dan orang tua. Dengan adanya disiplin positif, peserta didik dapat mengembangkan tingkah laku yang positif dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang sukses


II

1.       Bagaimana kondisi lingkungan dapat berpengaruh terhadap pembentukan tingkah laku individu? Kaitkan dengan pembentukan disiplin positif di kelas.

Jawaban

Kondisi lingkungan dapat berpengaruh signifikan terhadap pembentukan tingkah laku individu. Lingkungan yang positif, aman, dan mendukung dapat mendorong individu untuk mengembangkan perilaku yang baik. Di kelas, pembentukan disiplin positif melibatkan menciptakan lingkungan yang mendukung dan memfasilitasi perilaku yang diinginkan.

 

Beberapa cara kondisi lingkungan dapat mempengaruhi pembentukan tingkah laku individu adalah:

 

1.       Model Perilaku: Lingkungan yang memiliki peran model yang baik dan positif dapat mempengaruhi individu untuk meniru dan mengadopsi perilaku yang diinginkan.

 

2.       Norma dan Harapan: Lingkungan yang memiliki norma dan harapan yang jelas tentang perilaku yang diharapkan dapat membentuk individu untuk mengikuti aturan dan tata tertib yang ditetapkan.

 

3.       Penghargaan dan Hukuman: Lingkungan yang memberikan penghargaan yang konsisten terhadap perilaku yang baik dan memberikan hukuman yang adil terhadap perilaku yang tidak diinginkan dapat membentuk individu untuk mengembangkan perilaku yang positif.

 

4.       Fasilitas dan Sumber Daya: Lingkungan yang menyediakan fasilitas dan sumber daya yang memadai dapat membantu individu untuk mengembangkan keterampilan dan perilaku yang diinginkan.


 

Dalam konteks pembentukan disiplin positif di kelas, kondisi lingkungan yang mendukung mencakup menciptakan aturan yang jelas, memberikan penghargaan yang konsisten terhadap perilaku yang baik, dan memberikan dukungan dan bimbingan kepada siswa. Dengan menciptakan lingkungan yang positif, guru dapat membantu siswa mengembangkan perilaku yang baik dan membangun disiplin yang positif.

 

2.      Bagaimana keadaan sosial berpengaruh terhadap kehidupan individu?

Jawaban

Keadaan sosial memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kehidupan individu. Lingkungan sosial tempat individu tinggal, belajar, dan berinteraksi dapat membentuk nilai-nilai, sikap, dan perilaku individu. Beberapa cara keadaan sosial berpengaruh terhadap kehidupan individu adalah:

 

1.      Norma dan Nilai: Keadaan sosial mempengaruhi pembentukan norma dan nilai yang diadopsi oleh individu. Norma dan nilai yang ada dalam masyarakat dapat mempengaruhi perilaku individu dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, dan hubungan sosial.

 

2.      Pengaruh Teman Sebaya: Teman sebaya memiliki pengaruh yang kuat dalam membentuk perilaku individu. Individu cenderung meniru dan mengadopsi perilaku teman sebaya mereka, baik yang positif maupun negatif.

 

3.      Keluarga dan Lingkungan Rumah: Keluarga dan lingkungan rumah juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kehidupan individu. Nilai-nilai, norma, dan perilaku yang diajarkan dan dipraktikkan di rumah dapat membentuk perilaku individu di luar rumah.

 

4.      Faktor Ekonomi: Keadaan sosial juga dapat dipengaruhi oleh faktor ekonomi. Ketidaksetaraan ekonomi dapat mempengaruhi akses individu terhadap pendidikan, pekerjaan, dan kesempatan lainnya, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi kehidupan individu secara keseluruhan.


 

3.      Seberapa besar dampak dari penerapan disiplin positif pada peserta didik terhadap pembentukan tingkah laku mereka? Jelaskan.

Jawaban

Penerapan disiplin positif memiliki dampak yang signifikan pada pembentukan tingkah laku peserta didik. Berikut adalah beberapa dampak yang dapat terjadi:

 

1.      Meningkatkan kemandirian dan tanggung jawab: Disiplin positif membantu peserta didik untuk mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab dalam mengatur diri mereka sendiri. Mereka belajar untuk mengambil keputusan yang baik dan bertanggung jawab atas tindakan mereka.

 

2.      Meningkatkan motivasi dan keterlibatan: Dengan penerapan disiplin positif, peserta didik merasa didengar dan dihargai. Hal ini dapat meningkatkan motivasi mereka untuk belajar dan berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran.

 

3.      Membantu mengembangkan keterampilan sosial: Disiplin positif melibatkan komunikasi yang efektif dan pengembangan keterampilan sosial. Peserta didik belajar untuk berinteraksi dengan baik dengan teman sebaya dan mengatasi konflik dengan cara yang sehat.

 

4.      Meningkatkan hubungan guru-peserta didik: Penerapan disiplin positif membangun hubungan yang positif antara guru dan peserta didik. Peserta didik merasa didukung dan diperhatikan oleh guru, yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mereka dan memperkuat ikatan antara guru dan peserta didik.

 

5.      Mengurangi perilaku negatif: Disiplin positif membantu mengurangi perilaku negatif seperti perilaku mengganggu, agresif, atau tidak patuh. Peserta didik belajar tentang konsekuensi dari tindakan mereka dan bagaimana mengelola emosi mereka dengan cara yang sehat.

 

 

Penerapan disiplin positif membutuhkan konsistensi dan komunikasi yang baik antara guru, peserta didik, dan orang tua. Dengan adanya disiplin positif, peserta didik dapat mengembangkan tingkah laku yang positif dan mempersiapkan mereka untuk masa depan yang sukses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

T.2-3 Eksplorasi Konsep (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK

T.4-8 Aksi Nyata (PEMAHAMAN TENTANG PESERTA DIDIK DAN PEMBELAJARANNYA) PJOK

T.1-3 Eksplorasi Konsep (FILOSOFI PENDIDIKAN INDONESIA) PJOK